REHABILITASI MEDIK

Uncategorized

dr. PUTRI DYAH UTAMI R., Sp. K.F.R

STR : 32.2.1.608.4.19.095334

SIP : 3329/52221/DS/03/449.1/04059/V/2019

JADWAL PRAKTEK : Senin dan Rabu 15.00-17.00

Rehabilitasi medik adalah terapi yang dilakukan guna mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah.

menggunakan konsep fisioterapi terkini yang didukung oleh fisioterapis yang profesional, serta program terapi yang komprehensif dan edukatif.

  1. TERAPI FISIK (FISIOTERAPI)

Terapi fisik atau fisioterapi ditujukan bagi pasien yang bermasalah dengan nyeri, kesulitan bergerak, serta belum bisa menjalani kegiatan dengan normal. Terapi ini biasanya dilakukan pada pasien stroke, operasi, ibu bersalin, dan pasien yang memakai alat bantu gerak.

Sebelum memulai terapi, dokter terlebih dulu akan menilai postur, keseimbangan, serta aspek lainnya yang berkaitan dengan kemampuan motorik. Beberapa bentuk terapi fisik dalam rehabilitasi medik antara lain:

  • Olahraga dan gerakan peregangan khusus untuk meredakan nyeri, menambah ruang gerak, dan meningkatkan kekuatan.
  • Terapi pijat, ultrasound, atau pemakaian suhu panas dan dingin guna meredakan nyeri otot.
  • Berlatih menggunakan alat bantu seperti tongkat, kruk, walker, dan kursi roda.
  • Terapi untuk mengelola nyeri.
  • Terapi untuk memperkuat sistem peredaran darah.
  • Rehabilitasi untuk membiasakan diri dengan anggota tubuh palsu.

2. TERAPI WICARA

Terapi wicara pada rehabilitasi medik dapat menangani berbagai masalah terkait mulut dan bahasa, termasuk kelancaran bicara, bernapas, dan menelan. Masalah ini kerap ditemukan pada anak dengan bibir sumbing, cerebral palsy, dan Down syndrome.

Selain anak-anak, terapi ini juga berguna bagi orang dewasa yang sulit bicara akibat stroke, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau demensia. Tujuannya tak lain agar pasien mampu berkomunikasi, menelan, dan bernapas dengan sebaik mungkin.

Terapi wicara dilakukan dengan latihan berkomunikasi, bersuara, serta melafalkan huruf dan kata. Terapis juga memberikan terapi makan dan menelan dengan melatih lidah, rahang, serta bibir guna memperkuat otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *